Senin, 16 Januari 2012

Inilah yang Dirasakan Wanita Saat Orgasme

 Sebuah riset oleh sekelompok peneliti mengulik apa yang terjadi di pikiran wanita ketika mencapai puncak dalam hubungan intim. Hasil studi menemukan, orgasme atau klimaks mempengaruhi hampir keseluruhan otak dan tubuh wanita. 

Peneliti Universitas Rutgers, AS menemukan bahwa saat mencapai puncak gairah seksual, sistem saraf wanita akan berubah sehingga tak merasakan sakit apapun, melainkan kesenangan.

Orgasme mempengaruhi hingga 30 bagian berbeda dari otak wanita, termasuk yang bertanggung jawab untuk emosi, sentuhan, kepuasan, dan memori.

Dalam riset, peneliti meminta delapan wanita merangsang diri sendiri di bawah pindai MRI yang umum digunakan untuk mendeteksi tumor otak. Kebanyakan wanita membutuhkan waktu kurang dari lima menit untuk mencapai orgasme, meskipun sebagian lainnya membutuhkan waktu hingga 20 menit. 

Selama itu, pindai MRI mengambil gambar otak setiap dua detik untuk menunjukkan bagian otak yang paling aktif selama orgasme. Para ilmuwan menemukan, dua menit sebelum orgasme, pusat otak pengontrol kepuasan yang berkaitan dengan makan dan minum diaktifkan.

Segera sebelum mereka mencapai klimaks, bagian otak lain terpengaruh seperti korteks sensorik yang menerima 'sentuhan', lalu menyebarkannya lewat thalamus ke seluruh bagian tubuh.

Bagian akhir dari otak akan diaktifkan adalah hipotalamus, atau bagian otak yang mengatur suhu, rasa lapar, haus dan kelelahan. Di saat yang sama bagian otak yang aktif adalah pengatur emosi. "Pada wanita, orgasme menghasilkan respon yang sangat luas di otak dan tubuh," ujar Barry Komisaruk dari Universitas Rutgers kepada Daily Mail.

"Beberapa wanita mengangkat tangan mereka beberapa kali setiap sesi, dan seringkali hanya berselang beberapa detik."

Studi ini membuktikan wanita cenderung mencapai orgasme lebih lama dan dapat mengalami pergantian yang cepat. Seorang wanita rata-rata mencapai orgasme selama 10-15 detik, sementara seorang pria diperkirakan hanya enam detik.


sumber

Masturbasi


Masturbasionani, atau rancap adalah perangsangan seksual yang sengaja dilakukan pada organ kelamin untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual. Perangsangan ini dapat dilakukan tanpa alat bantu ataupun menggunakan sesuatu objek atau alat, atau kombinasinya. Masturbasi merupakan suatu bentuk autoerotisisme yang paling umum, meskipun ia dapat pula dilakukan dengan bantuan pihak (orang) lain. Hewan tercatat juga melakukan masturbasi, baik di alam maupun dalam pemeliharaan.
Pada banyak masyarakat hingga abad ke-20 masturbasi dianggap sebagai hal yang tidak baik. Anggapan memalukan dan berdosa yang terlanjur tertanam disebabkan karena porsi "penyalahgunaan" pada kata itu hingga kini masih tetap ada dalam terjemahan modern - meskipun para aparatur kesehatan telah sepakat bahwa masturbasi tidak mengakibatkan kerusakan fisik maupun mental. Tidak juga ditemukan bukti bahwa anak kecil yang melakukan perangsangan diri sendiri bisa mengalami celaka.
Yang terjadi adalah, sumber kepuasan seksual yang penting ini oleh beberapa kalangan masih ditanggapi dengan rasa bersalah dan kecemasan karena ketidaktahuan mereka bahwa masturbasi adalah kegiatan yang aman, juga karena pengajaran agama berabad-abad yang menganggapnya sebagai kegiatan yang berdosa. Terlebih lagi, banyak di antara kita telah menerima pesan-pesan negatif dari para orang tua kita, atau pernah dihukum ketika tertangkap basah melakukan masturbasi saat kanak-kanak. Pengaruh kumulatif dari kejadian-kejadian ini seringkali berwujud kebingungan dan rasa berdosa, yang juga seringkali sukar dipilah. Saat di mana masturbasi menjadi begitu berbahaya adalah ketika ia sudah merasuk jiwa (kompulsif). Masturbasi kompulsif - sebagaimana perilaku kejiwaan yang lain - adalah pertanda adanya masalah kejiwaan dan perlu mendapatkan penanganan dari dokter jiwa.
Berlawanan dengan keyakinan kuno, masturbasi tidak akan menyebabkan munculnya birahi tanpa kendali, tidak akan menyebabkan anda buta atau tuli, menyebabkan anda flu, tumbuh rambut pada tangan anda, gagap, atau membunuh anda.[2] Masturbasi adalah ungkapan seksualitas yang alami dan tidak berbahaya bagi pria dan wanita, dan cara yang sangat baik untuk mengalami kenikmatan seksual. Bahkan, beberapa pakar berpendapat bahwa masturbasi bisa meningkatkan kesehatan seksual karena meningkatkan pemahaman seseorang akan bagian-bagian tubuhnya dan dengan cara bagaimana memuaskannya, membangun rasa percaya diri dan sikap dapat memahami diri sendiri.[3] Pengetahuan ini selanjutnya bisa dibawa untuk memperoleh hubungan seksual yang memuaskan di masa depan, baik dengan cara masturbasi bersama-sama pasangan, atau karena bisa memberitahukan pasangannya apa-apa saja yang bisa memuaskan diri mereka. Ini adalah usul yang bagus bagi setiap pasangan untuk membicarakan perilaku masturbasi mereka dan juga untuk menenangkan pasangan jika sewaktu-waktu salah satu di antara mereka lebih memilih untuk melakukan masturbasi daripada sanggama.
Dalam beberapa kejadian, masturbasi bersama-sama mungkin bisa diterima. Dilakukan sendirian ataupun dengan kehadiran pasangan, kegiatan ini bisa sangat menyenangkan dan menambah keintiman, jika ini tidak dianggap sebagai sebuah bentuk penolakan. Seperti kegiatan yang lainnya, jika ini tidak dikomunikasikan dengan baik, masturbasi bisa diterjemahkan sebagai tanda amarah, keterasingan, ataupun ketidakbahagiaan terhadap hubungan yang sedang berlangsung.
Aktivitas seks berupa marsturbasi yang dilakukan dengan pasangan dinamakan masturbasi mutual di mana masing-masing saling merangsang dan saling bermasturbasi atau dengan saling melihat bermasturbasi.
Dengan mengatasi stereotip negatif masyarakat dan perasaan pribadi masing-masing individu tentang masturbasi, maka para pria dan wanita bisa dengan bebas mengeksplorasi dan menikmati seksualitas mereka secara pribadi, dengan cara yang memuaskan. Satu peringatan: untuk tetap memperoleh seks yang aman, masturbasi dengan pasangan bisa merupakan suatu alternatif yang menyenangkan bagi sanggama, sepanjang kontak dengan kelenjar Cowper atau lubrikasi vaginal pasangan dihindari, khususnya jika mempunyai goresan atau luka terbuka.

sumber



Kamis, 29 Desember 2011

Membeli KONDOM tanpa merasa Malu.. !


Perempuan berseragam hijau dengan rias muka tebal akan menyambutmu. 
Tersenyumlah. Jangan grogi. Tegakkan kepala, angkat dagu dan tarik kedua bahu sedikit ke belakang. 
Dadamu akan terlihat agak membusung. Tidak apa-apa. Kalau perlu tambahi dengan ekspresi muka dingin, sedikit congkak. 
Kau tak akan dibiarkan mencari-cari sendiri apa yang akan kau beli. 
Kau akan mendengar dia berkata, sebuah kalimat yang seolah-olah sudah menyatu dengan lidahnya, "Ada yang bisa dibantu?" Tersenyumlah. Jangan gugup. Tarik nafas seperlunya, dan jawablah dengan satu kata, dengan intonasi bertanya, "Kondom?"
Jangan sekali-kali membuang waktu dan energi dengan pertanyaan yang tidak perlu, seperti, "Ada kondom?" atau "Kondom di bagian mana ya?" 
Manfaatkan waktu seefisien mungkin
Kau tidak sedang membeli baju atau sepatu. Kau akan ditunjukkan di mana rak tempat kondom terletak. Ambil segera, satu kotak, berisi tiga. Pilih produk impor. Tidak, ini tak ada kaitannya dengan moral. Ini bukan saatnya mencintai produk dalam negeri. Kau hanya sedang membeli kondom
Kondom lokal terlalu tebal sehingga terasa mengganjal. Kondom impor, dengan harga yang memang sepuluh kali lipat lebih mahal, begitu tipis, lembut sehingga kau seperti tidak memakai apa-apa.
Tidak perlu bertanya kepada perempuan tadi, apa bedanya kondom mint dan yang biasa. Sebab kemungkinan besar dia juga tidak tahu. Jadi, untuk kali ini tidak perlu memilih. 
Ambil saja, apa pun, dan bawa segera ke kasir. Di sana mungkin kau akan mengantri di belakang ibu-ibu berjilbab, yang sedang membeli minyak kayu putih untuk anaknya, dan balsem untuk suaminya yang menderita komplikasi encok, rematik dan batuk rejan. 
Dia mungkin sempat melirik ke arahmu, melihat apa yang kau beli, dan matanya langsung mencari wajahmu, tatapannya seolah berkata, "Dasar !" Tersenyumlah. 
Jangan menunduk. Sekarang, yang harus kau hadapi si penjaga kasir, biasanya mbak-mbak berwajah seputih plastik, agak gemuk dan tampak bosan. Dia jarang sekali tertarik untuk menatap ke arah pembeli, kecuali orang-orang sepertimu, yang dengan ragu-ragu meletakkan sekotak kondom di sisi mesin penghitung uang. 
Dia akan menatapmu lebih dari sekali, seolah-olah menimbang berapa umurmu dan memastikan apakah kau jenis manusia yang masih percaya kepada Tuhan. Sebisa mungkin sodorkan uang pas
Toko itu serasa selalu sepi sehingga para penjaganya punya banyak waktu untuk memperhatikanmu ketika kau melangkah keluar. Kau akan mendengar bisik-bisik samar, lalu tawa kecil yang tertahan. Itu bisa menyiutkan nyalimu tapi percayalah, membeli kondom adalah salah satu hal mulia yang bisa kau lakukan, sebagai manusia.